Manfaat Membaca Buku guna Anak, Bunda Perlu Tahu

 

– Sebelum anak dapat Baca Buku sendiri, Bunda dapat membacakan kitab cerita untuknya. Kebiasaan membacakan kitab untuk anak tidak hanya menghibur si kecil, namun memiliki tidak sedikit manfaat.
Penelitian mengindikasikan bahwa tidak terdapat waktu terlampau dini guna membacakan kitab untuk anak. Bahkan menyimak buku dapat dilakukan semenjak bayi baru bermunculan atau saat masih di dalam kandungan.

Manfaat membacakan kitab untuk anak
Mengutip Parents, membacakan kitab untuk anak semenjak dini menyerahkan tujuh manfaat, di antaranya:

1. Menjalin bonding atau ikatan yang lebih powerful dengan anak
Membacakan buku dapat menjadi kegiatan untuk menambah bonding dengan buah hati. “Membacakan buku ialah aktivitas yang bisa menjadi masa-masa spesial bareng bayi Anda. Suara kita akan menyerahkan ketenangan untuknya,” kata Mary Ann Abrams, MD, Direktur Medis Reach Out and Read.

Dan faktanya, suatu studi di Journal of Development and Behavioral Pediatrics mengejar bahwa membacakan kitab untuk bayi di NICU dapat membantu mengembangkan perasaan dekat sama dengan bayi baru bermunculan yang sehat.

2. Membantu mempersiapkan menyimak sendiri
Berdasarkan keterangan dari Kenneth Wible, MD, dari Children’s Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, Missouri, walau mungkin anak belum memahami apa yang Bunda katakan, tetapi mereka dapat menangkap ritme, dan nada suara Bunda. Penelitian menunjukkan, semakin tidak sedikit kata yang dibacakan bayi, maka semakin siap dia untuk menyimak sendiri.

3. Meningkatkan keterampilan otak
Penelitian mengindikasikan bahwa anak-anak yang tidak jarang dibacakan kitab mempunyai kosakata yang lebih tidak sedikit dan kemampuan matematika lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Studi tahun 2019 mengejar bahwa anak-anak dibacakan kitab setiap hari bakal terpapar selama 78 ribu kata masing-masing tahun dan sekitar 5 tahun meningkat menjadi 1,4 juta kata dari pekerjaan membaca kitab atau bercerita.

Studi lainnya mengejar bahwa bayi yang orang tuanya tidak sedikit berbicara dengan mereka mendapat nilai lebih tinggi pada tes standar saat mereka menjangkau usia 3 tahun dibanding bayi yang orang tuanya jarang berkata dengan mereka.

4. Memancing respons anak
Dr Wible menuliskan bahwa sesudah Bunda membacakan kitab untuk bayi, mereka akan menyerahkan respons berupa gerakan pada tangan dan kakinya. “Membacakan kitab untuk anak menolong mereka menyaksikan dan mendengar apa yang terdapat di sekitarnya dan memberi respons dengan baik,” ujarnya.

5. Memperkenalkan emosi
Perasaan bayi bakal diekspos melalui sekian banyak suara yang Bunda pakai saat membacakan buku, baik suara guna karakter tertentu atau mendeskripsikan yang terjadi di dalam buku.

“Anda tidak dapat mendengar jenis emosi tersebut dalam musik atau menyaksikan televisi. Kata yang dibacakan menyampaikan gagasan bahwa ucapan-ucapan memiliki makna dan bunyi tertentu yang berisi sesuatu,” ucap Dr Abrams.

6. Mengenalkan anak pada visual
Bayi umur 0-3 bulan bakal mulai konsentrasi pada pandangannya dengan pola yang sederhana. Membacakan dan menunjukkan kitab bergambar memperkenalkan mereka pada visual bentuk, huruf dan warna.

7. Menunjukkan membaca tersebut menyenangkan
Menjadikan menyimak sebagai unsur dari rutinitas teratur keluarga bakal mengajari anak bahwa membaca ialah sesuatu yang menyenangkan, bukan tugas yang wajib dilaksanakan seorang siswa. Kebiasaan membaca kitab akan menumbuhkan kerinduan anak untuk menyimak sejak kecil sampai dewasa.

Kapan dan bagaimana teknik membacakan kitab untuk anak?
Sering membacakan kitab pada anak paling tidak sehari sekali menjadi opsi yang bagus, Bunda. Bagi memilih masa-masa reguler, Bunda dapat menetapkannya sesaat sebelum istirahat siang dan waktu istirahat malam. Namun tidak menutup bisa jadi membaca kapanpun ketika anak dalam keadaan hati yang baik.

Usahakan juga supaya anak memegang dan memangku kitab yang bakal dibaca bareng ya, Bunda. Ini dapat membantu si kecil merasa aman, bahagia, rileks, dan mengindikasikan bahwa Bunda menyerahkan perhatian sarat serta mendorongnya guna berpartisipasi dalam pekerjaan tersebut.

Anak pun suka untuk mengerjakan sesuatu sendiri, Bunda. Oleh sebab itu, dorong dia untuk memungut tiga kitab dan mohon untuk memilih di antara yang bakal dibaca.

Saat membaca, biarkan anak membalik halaman dengan tangannya. Di samping itu, mintalah anak untuk mengejar objek tertentu dalam halaman yang sedang dibaca bersama.

Anak mempunyai rasa hendak sekali saat diminta untuk menuntaskan kalimat dalam kitab dengan frasa atau sajak yang tak asing atau berulang, Bunda. Jadi, ketika Bunda mengejar frasa yang tak asing atau berulang dalam suatu buku, diamlah sebentar kemudian biarkan anak menyelesaikannya.

Adapun mengutip dari KidsHealth, ada sejumlah cara membaca kitab untuk anak yang butuh Bunda perhatikan, seperti:

1. Bacalah kitab apa juga yang diminta anak, meskipun itu ialah buku yang sama sekitar berminggu-minggu.
2. Bacalah perlahan supaya anak dapat memahami ceritanya.
3. Bacalah dengan ekspresif, pakai suara yang bertolak belakang untuk karakter yang berbeda, serta naik turunkan suara dengan yang sesuai.
4. Pilih kitab papan atau kitab kain yang tahan lama. Dengan begitu, Bunda dapat tidak mempedulikan anak memakai buku-buku itu tanpa mesti cemas halamannya robek.
5. Gunakan boneka, permainan jari atau perangkat peraga yang dapat digunakan ketika membaca.
6. Dorong anak guna bertepuk tangan atau berdendang saat Bunda membaca kitab nyanyian berirama.
7. Bicarakan mengenai gambarnya, tunjuk sejumlah objek, mohon anak guna menamainya dan puji anak atas usahanya tersebut.
8. Ajukan pertanyaan tersingkap seperti, “Berdasarkan keterangan dari kakak mengapa ya singanya pergi ke hutan? Dia inginkan ngapain ya?”. Ini menolong anak guna memikirkan tentang kisah dan mengemukakan pertanyaan sebagai bahan obrolan.
9. Gunakan nama anak pada figur dalam buku.

Bunda dapat mencoba untuk menyuruh anak menyimak sambil duduk diam bersama. Namun andai anak memberontak, Bunda mesti bersabar dengan mencari sejumlah halaman yang unik perhatiannya.

Jika tersebut tidak berhasil, anak tidak butuh dipaksa, namun pastikan untuk mengupayakan lagi nanti. Ingatlah bahwa anak menyenangi pengulangan, jadi andai anak tampaknya tidak tertarik pada buku, Bunda barangkali perlu mencari kitab favorit dan membacakannya berulang kali.

 

 

Leave a Comment